Apa itu port to port shipping? Dalam dunia logistik, istilah ini merujuk pada layanan pengiriman barang dari satu pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. Artinya, penyedia layanan hanya menangani proses pengiriman utama melalui jalur laut, tanpa mencakup pengambilan barang dari gudang pengirim maupun pengantaran barang ke alamat penerima.
Secara sederhana, port to port shipping cocok digunakan ketika pengirim atau penerima sudah memiliki tim, kendaraan, atau pihak logistik sendiri untuk mengurus pengiriman darat menuju dan dari pelabuhan. Model ini banyak digunakan dalam pengiriman barang skala besar, ekspor-impor, distribusi antarpulau, hingga pengiriman kontainer.
Menurut iContainers, port-to-port shipping adalah pengiriman barang dalam kontainer dari port of loading atau pelabuhan muat ke port of discharge atau pelabuhan bongkar, dan tidak termasuk layanan pre-carriage maupun on-carriage.
Contents
- Pengertian Port to Port Shipping
- Bagaimana Alur Port to Port Shipping?
- Perbedaan Port to Port dan Door to Door Shipping
- Apa Kelebihan Port to Port Shipping?
- 1. Biaya Pengiriman Lebih Terkontrol
- 2. Cocok untuk Pengiriman Skala Besar
- 3. Fleksibel untuk Perusahaan yang Sudah Punya Tim Logistik
- 4. Mendukung Pengiriman Antarpulau dan Internasional
- Adakah Kekurangan Port to Port Shipping?
- Kapan Sebaiknya Menggunakan Port to Port Shipping?
- Apa Dokumen yang Biasanya Dibutuhkan?
- FAQ
- 1. Apakah port to port lebih murah dari door to door?
- 2. Apakah port to port cocok untuk pengiriman kontainer?
- 3. Apa risiko menggunakan layanan port to port?
- 4. Siapa yang sebaiknya menggunakan port to port shipping?
- 5. Apakah port to port shipping bisa digunakan untuk pengiriman internasional?
Pengertian Port to Port Shipping
Port to port shipping adalah sistem pengiriman barang yang dimulai dari pelabuhan asal dan berakhir di pelabuhan tujuan. Dalam layanan ini, tanggung jawab penyedia jasa biasanya mencakup proses pengangkutan laut, pengurusan jadwal kapal, pemuatan kontainer ke kapal, perjalanan laut, hingga pembongkaran barang di pelabuhan tujuan.
Pelabuhan sendiri memiliki peran penting dalam rantai pasok karena menjadi titik perpindahan barang dari kapal ke moda transportasi lain seperti truk, kereta, gudang, atau fasilitas distribusi. Bureau of Transportation Statistics menjelaskan bahwa pelabuhan umumnya dipahami sebagai tempat perpindahan kargo antara kapal dan truk, kereta, pipa, fasilitas penyimpanan, atau fasilitas lainnya.
Dengan kata lain, layanan port to port tidak mencakup seluruh proses dari pintu ke pintu. Jika barang masih perlu dijemput dari gudang, dibawa ke pelabuhan, atau dikirim dari pelabuhan tujuan ke alamat akhir, maka pengirim perlu menyiapkan layanan tambahan seperti trucking, warehousing, atau jasa freight forwarding.
Bagaimana Alur Port to Port Shipping?
Agar lebih mudah dipahami, berikut alur umum dalam pengiriman port to port:
- Persiapan barang dan dokumen
Pengirim menyiapkan barang, packing, dokumen pengiriman, data penerima, serta informasi pelabuhan asal dan tujuan. - Pengiriman barang ke pelabuhan asal
Barang dikirim ke pelabuhan muat. Pada tahap ini, biaya dan tanggung jawab pengiriman darat biasanya berada di luar layanan port to port. - Proses stuffing atau pemuatan kontainer
Barang dimasukkan ke dalam kontainer atau disiapkan sesuai jenis kargo. Untuk pengiriman tertentu, barang dapat menggunakan sistem FCL atau LCL. - Pengangkutan menggunakan kapal
Setelah dokumen dan jadwal kapal siap, barang dikirim dari pelabuhan asal menuju pelabuhan tujuan. - Pembongkaran di pelabuhan tujuan
Barang dibongkar dari kapal di pelabuhan tujuan. Setelah itu, penerima atau pihak yang ditunjuk perlu mengurus pengambilan barang. - Pengiriman lanjutan ke alamat akhir
Jika barang perlu dikirim ke gudang, toko, pabrik, atau alamat pelanggan, maka dibutuhkan layanan tambahan seperti trucking atau door delivery.
Perbedaan Port to Port dan Door to Door Shipping
Perbedaan utama port to port dan door to door terletak pada cakupan layanannya.
| Aspek | Port to Port Shipping | Door to Door Shipping |
|---|---|---|
| Cakupan layanan | Dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan | Dari alamat pengirim ke alamat penerima |
| Penjemputan barang | Tidak termasuk | Termasuk |
| Pengantaran akhir | Tidak termasuk | Termasuk |
| Tanggung jawab logistik | Terbatas pada jalur laut | Menyeluruh (end-to-end) |
| Biaya | Lebih murah di awal, tapi belum termasuk trucking & handling | Lebih mahal, tapi sudah all-in |
| Kemudahan | Lebih kompleks karena perlu koordinasi tambahan | Lebih praktis dan simpel |
| Cocok untuk | Perusahaan yang punya armada/logistik sendiri | UMKM, perusahaan tanpa tim logistik |
| Jenis pengiriman | Umumnya kontainer (FCL/LCL), ekspor-impor | Semua jenis barang termasuk retail & proyek |
| Keterlibatan penerima | Tinggi (harus ambil barang di pelabuhan) | Rendah (tinggal terima barang di lokasi) |
Pada port to port shipping, jasa pengiriman hanya menangani perjalanan dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. Sementara itu, door to door shipping mencakup proses yang lebih lengkap, mulai dari penjemputan barang di alamat pengirim hingga pengantaran ke alamat penerima.
Port to port biasanya lebih fleksibel dan dapat lebih hemat untuk perusahaan yang sudah memiliki armada atau mitra logistik sendiri. Sebaliknya, door to door lebih praktis karena pengirim tidak perlu mengurus banyak tahapan secara terpisah.
Apa Kelebihan Port to Port Shipping?
Ada beberapa alasan mengapa layanan port to port shipping banyak digunakan dalam dunia logistik, antara lain:
1. Biaya Pengiriman Lebih Terkontrol
Karena cakupan layanan hanya dari pelabuhan ke pelabuhan, biaya port to port biasanya lebih mudah dipisahkan dari biaya lain seperti trucking, handling gudang, dan distribusi akhir. Hal ini membantu perusahaan menghitung biaya logistik secara lebih rinci.
2. Cocok untuk Pengiriman Skala Besar
Port to port shipping banyak digunakan untuk pengiriman dalam jumlah besar, terutama yang menggunakan kontainer. Model ini cocok untuk barang industri, bahan baku, mesin, produk manufaktur, dan kebutuhan distribusi antarpulau.
3. Fleksibel untuk Perusahaan yang Sudah Punya Tim Logistik
Jika perusahaan sudah memiliki kendaraan, gudang, atau vendor lokal di pelabuhan asal dan tujuan, port to port bisa menjadi pilihan yang efisien. Perusahaan dapat mengatur sendiri bagian pengiriman darat sesuai kebutuhan.
4. Mendukung Pengiriman Antarpulau dan Internasional
Port to port dapat digunakan untuk pengiriman domestik antarpulau maupun pengiriman internasional. Karena itu, layanan ini sering menjadi bagian penting dalam aktivitas ekspor-impor dan distribusi nasional.
Adakah Kekurangan Port to Port Shipping?
Meski memiliki banyak kelebihan, port to port shipping juga memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, layanan ini membutuhkan koordinasi tambahan. Pengirim harus mengurus sendiri pengiriman barang ke pelabuhan asal dan pengambilan barang dari pelabuhan tujuan. Jika tidak dikelola dengan baik, proses ini bisa menimbulkan keterlambatan.
Kedua, biaya tambahan di luar pengiriman laut perlu dihitung sejak awal. Misalnya biaya trucking, handling, storage, dokumen, bongkar muat, hingga biaya keterlambatan jika barang tidak segera diambil.
Ketiga, pengirim perlu memahami jadwal kapal dan prosedur pelabuhan. Kinerja pelabuhan juga dapat memengaruhi kelancaran pengiriman. World Bank melalui Container Port Performance Index menilai performa pelabuhan kontainer dengan tujuan mengukur efisiensi, tren perdagangan kontainer maritim, dan waktu kapal selama berada di pelabuhan.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Port to Port Shipping?
Port to port shipping cocok digunakan jika:
- Perusahaan sudah memiliki armada trucking sendiri.
- Pengirim atau penerima memiliki gudang dekat pelabuhan.
- Barang dikirim dalam jumlah besar atau menggunakan kontainer.
- Pengiriman dilakukan secara rutin antarwilayah atau antarnegara.
- Perusahaan ingin mengatur sendiri biaya logistik darat.
- Pengirim sudah memahami prosedur pelabuhan dan dokumen pengiriman.
Namun, jika pengirim ingin proses yang lebih praktis tanpa mengurus penjemputan dan pengantaran akhir, layanan door to door atau freight forwarding end-to-end bisa menjadi pilihan yang lebih sesuai.
Apa Dokumen yang Biasanya Dibutuhkan?
Dalam pengiriman port to port, dokumen dapat berbeda tergantung jenis barang, rute, dan tujuan pengiriman. Namun, beberapa dokumen yang umum dibutuhkan antara lain:
- Invoice atau faktur barang
- Packing list
- Bill of Lading
- Surat jalan
- Dokumen kepabeanan untuk ekspor-impor
- Data shipper dan consignee
- Dokumen tambahan sesuai jenis barang
Untuk pengiriman internasional, dokumen perlu disiapkan lebih teliti karena berkaitan dengan aturan bea cukai, negara tujuan, dan regulasi barang tertentu.
Dengan demikian, port to port shipping adalah layanan pengiriman barang dari pelabuhan asal ke pelabuhan tujuan. Layanan ini cocok untuk perusahaan yang ingin mengirim barang dalam jumlah besar, memiliki armada atau vendor logistik sendiri, serta ingin mengatur biaya pengiriman darat secara terpisah.
Meski lebih fleksibel dan dapat membantu efisiensi biaya, port to port tetap membutuhkan koordinasi yang baik. Pengirim perlu memperhatikan dokumen, jadwal kapal, biaya tambahan, serta proses pengambilan barang di pelabuhan tujuan.
Jika Anda membutuhkan layanan pengiriman barang yang lebih terencana, aman, dan sesuai kebutuhan bisnis, bekerja sama dengan penyedia jasa logistik berpengalaman seperti GSM Logistic dapat membantu proses pengiriman menjadi lebih mudah dan efisien.
FAQ
1. Apakah port to port lebih murah dari door to door?
Umumnya, port to port bisa lebih hemat karena cakupan layanannya lebih terbatas. Namun, pengirim tetap perlu menghitung biaya tambahan seperti trucking, handling, dan pengambilan barang di pelabuhan tujuan.
2. Apakah port to port cocok untuk pengiriman kontainer?
Ya, port to port sangat cocok untuk pengiriman kontainer, baik FCL maupun LCL, terutama untuk pengiriman skala besar atau rutin.
3. Apa risiko menggunakan layanan port to port?
Risikonya antara lain keterlambatan karena kurang koordinasi, biaya tambahan di pelabuhan, dan kesalahan dokumen jika proses tidak disiapkan dengan baik.
4. Siapa yang sebaiknya menggunakan port to port shipping?
Layanan ini cocok untuk perusahaan, importir, eksportir, distributor, atau pelaku bisnis yang sudah memiliki sistem logistik darat sendiri.
5. Apakah port to port shipping bisa digunakan untuk pengiriman internasional?
Ya, port to port shipping sangat umum digunakan untuk pengiriman internasional, terutama dalam aktivitas ekspor dan impor. Barang dikirim dari pelabuhan di negara asal menuju pelabuhan di negara tujuan, kemudian dilanjutkan dengan proses pengambilan oleh pihak penerima atau forwarder lokal.

