Reorder point adalah salah satu konsep penting dalam manajemen persediaan yang membantu perusahaan menentukan kapan harus melakukan pemesanan barang kembali. Dengan menentukan titik pemesanan kembali secara tepat, perusahaan dapat mengurangi risiko kehabisan stok tanpa harus menyimpan persediaan secara berlebihan.
Bayangkan ketika permintaan pelanggan meningkat, tetapi stok di gudang justru hampir habis sementara barang baru masih dalam perjalanan. Kondisi seperti ini dapat menghambat proses produksi maupun distribusi. Karena itu, memahami reorder point adalah langkah penting untuk menjaga ketersediaan inventory sekaligus membuat operasional supply chain lebih terkontrol.
Contents
- Apa Itu Reorder Point?
- Mengapa Reorder Point Penting dalam Manajemen Persediaan?
- Rumus Reorder Point
- Cara Menghitung Reorder Point
- 1. Tentukan Rata-Rata Penggunaan Barang
- 2. Ketahui Lead Time Supplier
- 3. Tentukan Safety Stock
- Faktor yang Memengaruhi Reorder Point
- Reorder Point dan Safety Stock, Apa Bedanya?
- Bagaimana Reorder Point Membantu Proses Logistik?
- Tips Menentukan Reorder Point dengan Lebih Akurat
- Optimalkan Pengelolaan Inventory dan Logistik Bersama GSM Logistic
- FAQ Reorder Point
- 1. Apa itu reorder point?
- 2. Apa rumus reorder point?
- 3. Apa perbedaan reorder point dan safety stock?
- 4. Mengapa lead time penting dalam reorder point?
- 5. Apakah reorder point sama untuk semua barang?
Apa Itu Reorder Point?
Reorder point adalah batas atau titik persediaan tertentu yang menjadi tanda bagi perusahaan untuk melakukan pemesanan stok kembali kepada supplier. Konsep ini digunakan agar barang baru dapat tiba sebelum persediaan yang tersedia benar-benar habis. Dalam praktiknya, reorder point inventory tidak hanya ditentukan berdasarkan jumlah barang yang tersisa. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan kebutuhan rata-rata selama periode tertentu, lead time atau waktu tunggu pengiriman, serta safety stock jika digunakan.
Sederhananya, alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Stok tersedia → Persediaan menurun → Mencapai reorder point → Pemesanan kembali → Barang tiba → Stok bertambah
Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat menjaga ketersediaan barang sekaligus mengurangi risiko stockout.
Mengapa Reorder Point Penting dalam Manajemen Persediaan?
Menentukan reorder point membantu perusahaan mengatur persediaan berdasarkan kebutuhan operasional, bukan sekadar melakukan pemesanan ketika stok terlihat hampir habis. Hal ini menjadi semakin penting bagi bisnis dengan volume inventory dan distribusi yang tinggi.
Beberapa manfaat penerapan titik pemesanan kembali antara lain:
- Mengurangi risiko kehabisan stok.
- Membantu menjaga kelancaran proses produksi dan distribusi.
- Membuat pemesanan barang lebih terencana.
- Mengurangi risiko overstock.
- Membantu mengoptimalkan biaya penyimpanan.
- Meningkatkan kontrol terhadap inventory.
Pengelolaan tersebut juga perlu didukung pencatatan stok yang akurat. GSM Logistic, misalnya, menjelaskan bahwa sistem WMS dapat membantu memantau jumlah dan pergerakan inventory secara real-time sehingga perusahaan lebih mudah mengambil keputusan terkait stok.
Rumus Reorder Point
Setelah memahami pengertiannya, bagaimana cara menghitung reorder point? Secara umum, rumus reorder point dapat menggunakan kebutuhan rata-rata selama lead time ditambah safety stock.
ROP = (Rata-rata Penggunaan Harian × Lead Time) + Safety Stock
Keterangan:
- ROP (Reorder Point): titik ketika perusahaan perlu melakukan pemesanan kembali.
- Rata-rata penggunaan harian: jumlah rata-rata barang yang digunakan atau terjual setiap hari.
- Lead time: waktu yang dibutuhkan sejak pemesanan dilakukan sampai barang diterima.
- Safety stock: stok cadangan untuk mengantisipasi perubahan permintaan atau keterlambatan pasokan.
Rumus tersebut membantu perusahaan menentukan reorder point berdasarkan kondisi operasional yang lebih realistis.
Cara Menghitung Reorder Point
Agar lebih mudah dipahami, perhitungan reorder point adalah konsep yang dapat diterapkan menggunakan contoh sederhana. Misalnya, sebuah perusahaan memiliki kebutuhan rata-rata 100 unit barang setiap hari. Supplier membutuhkan waktu 5 hari untuk mengirimkan barang setelah pesanan dibuat. Perusahaan juga menetapkan safety stock sebesar 200 unit.
Maka:
ROP = (100 × 5) + 200
ROP = 700 unit
Artinya, perusahaan sebaiknya mulai melakukan pemesanan kembali ketika persediaan mencapai sekitar 700 unit. Dengan demikian, selama menunggu pengiriman selama 5 hari, perusahaan masih memiliki stok untuk memenuhi kebutuhan operasional sekaligus memiliki cadangan apabila terjadi perubahan kondisi.
1. Tentukan Rata-Rata Penggunaan Barang
Langkah pertama adalah mengetahui berapa banyak barang yang rata-rata digunakan atau terjual setiap hari. Data tersebut dapat diperoleh dari histori penjualan, pemakaian bahan baku, atau catatan inventory. Semakin akurat data penggunaan, semakin relevan hasil cara menghitung reorder point yang diperoleh.
2. Ketahui Lead Time Supplier
Selanjutnya, perusahaan perlu mengetahui lead time, yaitu durasi sejak purchase order dibuat hingga barang diterima di lokasi tujuan. Lead time dapat dipengaruhi oleh jarak, kapasitas supplier, moda transportasi, kondisi jalan, proses bongkar muat, hingga faktor lain dalam rantai pasok. Untuk kebutuhan distribusi dengan volume atau ukuran barang tertentu, perencanaan transportasi juga menjadi penting. GSM Logistic menyediakan berbagai layanan pengiriman barang dan pengiriman alat berat yang dapat disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan operasional.
3. Tentukan Safety Stock
Safety stock merupakan persediaan tambahan yang disiapkan sebagai perlindungan terhadap ketidakpastian permintaan maupun pasokan. Misalnya, permintaan pelanggan tiba-tiba meningkat atau terjadi keterlambatan pengiriman. Safety stock dapat memberikan waktu tambahan agar operasional tetap berjalan sambil menunggu stok berikutnya tiba. Namun, jumlah safety stock sebaiknya ditentukan berdasarkan data dan karakteristik bisnis agar tidak menyebabkan persediaan berlebihan.
Faktor yang Memengaruhi Reorder Point
Besarnya reorder point inventory dapat berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya. Karena itu, perusahaan perlu memperhatikan beberapa faktor yang memengaruhi titik pemesanan kembali.
| Faktor | Pengaruh terhadap Reorder Point |
|---|---|
| Permintaan harian | Semakin tinggi penggunaan, semakin tinggi kebutuhan stok |
| Lead time | Lead time lebih panjang membutuhkan persediaan lebih besar |
| Safety stock | Menambah batas persediaan untuk mengantisipasi ketidakpastian |
| Ketepatan data inventory | Data yang akurat membantu menentukan ROP dengan lebih tepat |
| Kapasitas supplier | Memengaruhi kemampuan memenuhi pesanan tepat waktu |
| Kondisi distribusi | Keterlambatan transportasi dapat memengaruhi kebutuhan stok |
Selain itu, kondisi gudang juga perlu diperhatikan. Jika perusahaan menyimpan barang dalam jumlah besar, penggunaan layanan pergudangan dapat membantu mengatur penyimpanan dan pergerakan inventory secara lebih terstruktur. GSM Logistic juga menyediakan layanan Jasa Sewa Gudang sebagai bagian dari solusi logistiknya.
Reorder Point dan Safety Stock, Apa Bedanya?
Reorder point dan safety stock sering dianggap sama karena keduanya berkaitan dengan pengendalian persediaan. Padahal, fungsi keduanya berbeda. Reorder point merupakan batas stok yang menjadi sinyal untuk melakukan pemesanan kembali. Sementara itu, safety stock adalah persediaan cadangan yang digunakan untuk menghadapi ketidakpastian permintaan atau pasokan. Dengan kata lain, safety stock dapat menjadi salah satu komponen dalam menentukan rumus reorder point. Keduanya dapat digunakan secara bersamaan untuk menciptakan sistem inventory yang lebih responsif.
Bagaimana Reorder Point Membantu Proses Logistik?
Penerapan reorder point tidak hanya berkaitan dengan aktivitas gudang, tetapi juga berhubungan dengan proses transportasi dan distribusi. Ketika perusahaan mengetahui kapan harus melakukan pemesanan, jadwal pengiriman dapat direncanakan lebih baik. Hal ini penting bagi perusahaan yang memiliki jaringan distribusi luas atau harus memindahkan barang berukuran besar. Kebutuhan tersebut dapat melibatkan layanan kargo dan pengiriman barang, trucking, hingga pengiriman alat berat sesuai karakteristik barang. Untuk barang seperti excavator, wheel loader, bulldozer, atau unit industri lainnya, kebutuhan inventory dan mobilisasi perlu direncanakan bersama kapasitas transportasinya. GSM Logistic menyediakan layanan pengiriman alat berat untuk mendukung kebutuhan tersebut.
Sementara untuk barang yang membutuhkan penyimpanan sebelum didistribusikan, perusahaan dapat mengintegrasikan pengelolaan inventory dengan fasilitas gudang. Dengan begitu, keputusan melakukan reorder tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari perencanaan supply chain secara keseluruhan.
Tips Menentukan Reorder Point dengan Lebih Akurat
Agar penerapan reorder point adalah benar-benar memberikan manfaat bagi operasional, perusahaan perlu menggunakan data inventory yang konsisten. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
- Gunakan data penjualan atau pemakaian barang secara berkala.
- Evaluasi lead time supplier secara rutin.
- Sesuaikan safety stock dengan fluktuasi permintaan.
- Pantau stok secara real-time jika memungkinkan.
- Evaluasi kembali ROP ketika pola permintaan berubah.
- Integrasikan data gudang dengan proses distribusi.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat menghindari keputusan pemesanan hanya berdasarkan perkiraan. Data inventory yang lebih akurat juga membantu perusahaan menentukan kapan barang perlu dipesan dan berapa banyak stok yang perlu dipertahankan.
Optimalkan Pengelolaan Inventory dan Logistik Bersama GSM Logistic
Menentukan reorder point merupakan salah satu bagian dari pengendalian inventory. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada bagaimana barang disimpan, dipindahkan, dan didistribusikan. GSM Logistic menyediakan solusi logistik yang dapat mendukung kebutuhan bisnis, mulai dari Jasa Sewa Gudang, kargo dan pengiriman barang, hingga pengiriman alat berat. Layanan yang terintegrasi dapat membantu perusahaan mengelola alur barang dengan lebih terstruktur, terutama ketika kebutuhan inventory berkaitan langsung dengan aktivitas transportasi dan distribusi. Jika bisnis Anda membutuhkan dukungan untuk penyimpanan, distribusi, maupun pengiriman barang, hubungi GSM Logistic untuk mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan operasional Anda. WhatsApp kami +62817389696
Orang lain juga membaca ini:
- Safety Stock Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Hitung
- Visibilitas Rantai Pasok untuk Efisiensi Logistik
FAQ Reorder Point
1. Apa itu reorder point?
Reorder point adalah batas persediaan yang menjadi tanda bagi perusahaan untuk melakukan pemesanan stok kembali.
2. Apa rumus reorder point?
Rumus umumnya adalah ROP = (Rata-rata Penggunaan Harian × Lead Time) + Safety Stock.
3. Apa perbedaan reorder point dan safety stock?
Reorder point adalah batas untuk melakukan pemesanan, sedangkan safety stock merupakan stok cadangan untuk menghadapi ketidakpastian.
4. Mengapa lead time penting dalam reorder point?
Karena semakin lama waktu pengiriman barang, semakin banyak stok yang dibutuhkan selama menunggu pesanan tiba.
5. Apakah reorder point sama untuk semua barang?
Tidak. ROP dapat berbeda berdasarkan tingkat permintaan, lead time, safety stock, dan karakteristik masing-masing barang.

